Selamat Tinggal Centang Abu-Abu Facebook

Selamat Tinggal Centang Abu-Abu Facebook
November 18, 2019 Dimas Darmawan

Platform media sosial seperti Facebook dan Instagram sedang melakukan berbagai kebijakan baru untuk meningkatkan performa mereka bagi penggunanya. Pada platform Facebook, centang abu-abu untuk menandakan sebuah halaman bisnis atau organisasi dihilangkan. Sementara pada Instagram, demi alasan kesehatan mental, uji coba untuk menyembunyikan jumlah like pada akun penggunanya sedang dilakukan.

“We’re always working on better ways to help people understand more about the pages they interact with. We introduced gray verification badges in 2015 to show which Pages for businesses and organizations are authentic. However, we’ve found that they can be more confusing than helpful so we’re removing them on October 30. As a result, there will no longer be a gray badge on XXXX. This won’t impact the way the Page appears in search results”.

Saatnya Ucapkan Selamat Tinggal pada Centang Abu-Abu Facebook Page

Jelang akhir Oktober 2019, Facebook memutuskan untuk menghilangkan tanda centang abu-abu dari halaman bisnis atau organisasi.

Tanda centang abu-abu ini telah digunakan sejak 2015 oleh berbagai perusahaan kecil hingga menengah untuk menandakan halaman mereka asli karena telah terverifikasi oleh Facebook. Hal ini telah membantu para perusahaan untuk tetap terkoneksi dengan pengikutnya.

Namun Facebook beranggapan lain. Berdasarkan respon yang mereka terima dari pengguna yang kurang memahami maksud centang abu-abu, tanda ini justru dianggap tidak membantu dan cenderung membingungkan. Oleh karena itu, Facebook memutuskan untuk menonaktifkan tanda verifikasi halaman berwarna abu-abu ini tanpa solusi pasti bagaimana menandakan sebuah halaman bisnis atau organisasi otentik.

Tantangan Baru Bagi Admin Media Sosial Facebook

Dengan dinonaktifkannya tanda centang abu-abu, admin media sosial Facebook bisnis atau organisasi memiliki tugas lebih untuk tetap terhubung dengan pengikut mereka. Salah satu hal penting untuk mereka lakukan adalah memastikan Facebook Page selalu berisi informasi yang terbaru, foto profil dan informasi yang benar, dan aktif melakukan posting.

Admin pun harus memiliki strategi konten yang tepat agar pengikut mereka tertarik dengan konten yang disajikan juga melakukan interaksi pada halaman bisnis atau organisasi. Pastikan konten yang disajikan mewakili apa yang pengikut ingin tahu.

Terkait konten, salah satu contoh Facebook Page yang dapat diacu adalah halaman Facebook milik Hukumonline.com. Mereka menyajikan konten yang tidak hanya menggunakan artikel atau berita, tetapi juga menggunakan media video untuk menyampaikan suatu informasi. Grafik serta isunya pun dibuat tetap ringan untuk memudahkan pengikut mereka memahami informasi yang sedang disampaikan. Kemudian, informasi tentang kontak, alamat, deskripsi perusahaan, serta jasa juga mereka cantumkan dengan jelas.

Facebook Page Tanpa Centang Abu-Abu

Sebenarnya untuk membuat Facebook Page bisnis atau organisasi menjadi lebih otentik tanpa adanya centang abu-abu adalah dengan menyampaikan informasi yang jelas, baik pada konten maupun informasi pendukung. Informasi yang disampaikan juga sebaiknya tidak terpaku pada internal bisnis atau organisasi saja, tetapi juga isu-isu eksternal yang terkait.

Sebuah halaman bisnis atau organisasi yang pasif, justru akan ditinggalkan pengikut atau calon pengikutnya karena tidak lagi relevan. Bukan tidak mungkin pengikut atau calon pengikut tersebut malah lebih memilih untuk mengikuti halaman kompetitor, tidak resmi, atau bahkan palsu.

Pada akhirnya perubahan dari platform Facebook ini membawa pengguna (pemilik halaman) untuk lebih aktif menciptakan konten yang menarik, informatif, dan interaktif untuk mendapatkan atensi yang baik dari audiens mereka.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*